Emang Kita Rakyat Amfibi?
Rumah butuh tanah. Sungai butuh ruang. Rakyat tidak butuh jadi katak.
"Orang capek menjauhkan bangunan dari sungai, kok sekarang malah sungainya mau dikasih atap?!"
Sebuah wacana muncul di layar kaca: rumah tiga sampai empat lantai dibangun di atas sungai, karena tanah di kota makin mahal dan sungai "masih kosong". Di ruang keluarga, reaksinya seragam: "Emang kita rakyat amfibi?"
Komik ini menagih satu hal yang dari dulu diajarkan: bangunan dijauhkan dari sungai supaya air mengalir bebas dan banjir tidak datang. Lalu datang "River Top Residence" dengan fitur satir - view banjir 360 derajat, akses perahu darurat, bonus pelampung - dan "Program Rakyat Amphibi" berisi snorkel gratis dan kaki katak standar.
Nadanya bukan menolak hunian terjangkau. Halaman 8 menaruh empat alternatif yang berpijak di darat. Pesan penutupnya: kalau lahan terbatas, yang diperluas semestinya cara pikir kebijakannya - bukan rakyat yang disuruh belajar berenang. Sungai bukan halaman belakang.
Sumber & referensi
Bagian ini memuat rujukan faktual yang menjadi konteks karya. Satire dan opini tetap merupakan interpretasi kreatif redaksi.
-
01
↗
Kebijakan Penyediaan Hunian dan Perumahan Rakyat
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Rujukan resmi program penyediaan hunian terjangkau dan rencana kebijakan perumahan. -
02
↗
Sempadan Sungai dan Pengelolaan Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum
Konteks aturan garis sempadan sungai, pengendalian banjir, dan fungsi ekologis badan air. -
03
↗
Penataan Ruang dan Pemanfaatan Lahan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN
Rujukan mengenai rencana tata ruang, kawasan lindung, dan pemanfaatan lahan negara.
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi.